Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

Persamaan dan Perbedaan Novel Modern dan Novel Lama

Diposting oleh Sesukamu di 22.01 0 komentar
  1. Persamaan Novel Lama dan Novel Modern
    1. Karyanya dibentuk oleh unsur intrinsik;
    2. Menggunakan bahasa atau kata yang terpilih dan diksi yang tepat;
    3. Mempunyai bahasa dan tuturan (dialog, prosa, dan drama)
    4. Bertujuan untuk dibaca dan diketahui oleh orang lain; dan
    5. Cerita dapat berupa drama, fiksi, atau kisah nyata.

    2.  Perbedaan Novel Lama dan Novel Modern

  • Novel Lama
  1. Penyebaran dari mulut ke mulut;
  2. Bahasa yang digunakan kaku dan statis;
  3. Tema cerita tentang dewa-dewa, dongeng, dan petualangan yang bersifat statis;
  4. Tema karangan bersifat fantastis;
  5. Karangan berbentuk tradisional;
  6. Bahasa klise;
  7. Proses perkembangannya statis; dan
  8. Dipengaruhi oleh kesusastraan Hindu atau India.

  • Novel Modern
  1. Gaya yang aktif dan romantis;
  2. Dinamis dalam tema dan bahasa;
  3. Tema memperjuangkan masalah kebudayaan, bahasa, dan masyarakat sentris;
  4. Tema karangan bersifat rasional;
  5. Bersifat modern;
  6. Bahasanya tidak klise;
  7. Proses perkembangannya dinamis; dan
  8. Dipengaruhi oleh kesusastraan Barat.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada Novel

Diposting oleh Sesukamu di 21.50 0 komentar
Unsur dalam novel dibagi menjadi dua, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Keduanya memiliki porsi dan sub-sub bagian tersendiri dalam novel. Namun keduanya saling berhubungan untuk membangun sebuah cerita.
Bahkan bisa dikatakan bahwa, baik unsur intrinsik maupun ekstrinsik bisa menentukan kualitas cerita yang dihasilkan. Supaya lebih jelas, unsur intrinsik dan ekstrinsik novel akan dibahas satu per satu.

Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik novel merupakan unsur utama yang membangun novel dari dalam. Bisa dikatakan bahwa unsur intrinsik adalah unsur dalam cerita itu sendiri. Unsur tersebut tidak hanya satu, namuan ada banyak. Ada beberapa sub bagian yang mempunyai porsi tersendiri.

1. Tema

  • Tema merupakan ide atau gagasan utama dari sebuah novel. Tema berisikan gambaran luas tentang kisah yang akan diangkat sebagai cerita dalam novel. Sehingga sangat penting untuk memikirkan tema yang tepat sebelum memulai menulis novel. Sebab tema yang kuat akan menghasilkan cerita yang cerkas dan fokus.

2. Tokoh / Penokohan

  • Tokoh adalah seseorang yang menjadi pelaku dalam sebuah novel. Sedangkan penokohan merupakan watak atau karakter dari tokoh yang ada dalam cerita novel.
    Berdasarkan jenis watak, tokoh bisa dibagi menjadi tiga kategori, yakni:
    • Tokoh Protagonis, tokoh yang menjadi pusat dalam cerita. Tokoh utama ini digambarkan sebagai sosok yang baik dan biasanya selalu mendapatkan masalah.
    • Tokoh Antagonis, tokoh yang menjadi lawan dari tokoh utama dalam cerita. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang tidak bersahabat dan selalu membuat konflik.
    • Tokoh Tritagonis, tokoh yang menjadi penengah antara tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang netral, kadang bisa berpihak pada protagonis, kadang pada antagonis. Namun ketika keduanya terlibat dalam konflik, dia menjadi pelerai.
  • Tokoh-tokoh tersebut biasanya dideskripsikan berdasarkan detail penokohan yang dibuat oleh penulis. Deskripsi tersebut nantinya bisa digunakan untuk menerangkan ciri fisik, tingkahlaku, cara pandang atau kehidupan sosialnya. Dalam penyampaian deskripsi, ada beberapa cara yang umum digunakan, misalnya:
    • Disampaikan melalui narasi dalam paragraf.
    • Disisipkan dalam dialog-dialog antar tokoh maupun dialog dengan diri sendiri.
    • Dimasukkan dalam alur melalui konflik demi konflik.
    • Diterangkan berdasarkan latar yang ada dalam novel tersebut.

3. Alur / Plot

Alur / plot merupakan kepingan-kepingan peristiwa yang nantinya akan membentuk jalannya cerita dalam novel. Umunya, alur dalam novel dibedakan menjadi 2 macam, yakni alur maju (progresif) dan alur mundur (flashback).
  • Alur maju (progresif) adalah alur yang peristiwa didalamya bergerak secara urut (awal-akhir)dan memiliki jalan cerita yang rapi. Biasanya alur ini digunakan pada novel biografi dan autobiografi.
  • Alur mundur (flashback) merupakan alur yang peristiwa didalamnya bergerak secara loncat (awal-akhir-awal-akhir)dan terkadang tidak rapi. Biasanya alur ini digunakan untuk novel misteri atau novel fantasi.

5. Latar/Setting

Latar / setting adalah gambaran tentang peristi-peristiwa yang ada dalam cerita. Latar termasuk unsur pembangun cerita yang vital. Keberadaannya sangat penting untuk membangun suasana dalam cerita. Latar sendiri dibagi menjadi beberapa macam, yakni:
  • Waktu, masa dimana cerita sedang berlangsung. Waktu bisa diterangkan secara garis besar maupun secara mendetail. Secara garis besar misalnya, musim hujan, tahun 2016, siang hari dan sebagainya. Sedangkan secara mendetail bisa tahun berapa, di bulan apa, hari apa, tanggal jam, meni detik dan seterusnya.
  • Tempat, adalah lokasi dimana cerita sedang berlansung. Sama seperti waktu, tempat juga bisa digambarkan umum atau khusus. Secara umum misalnya, di restoran, pantai, gunung dan sebagainya. Khusus, misalnya restoran italia dengan gaya retro diujung jalan dan seterusnya.
  • Sosial budaya, maksudnya adalah pergaulan yang secara status sosialnya. Biasanya berkaitan dengan latar tempat. Sebab status sosial sangat erat dengan tempat bergaul.
  • Keadaan lingkungan, lingkungan sang tokoh dalam cerita akan memunculkan konflik batin dalam jalannya cerita. Sehingga peran latar keadaan lingkungan ini juga berdampak besar bagi tokoh / penokohan.
  • Suasana, yang dimaksud sebagai suasana adalah kondisi latar secara keseluruhan dan juga emosi sang tokoh.

6. Sudut Pandang / Point of View

Sudut pandang merupakan cara pengarang menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Bisa juga diartikan sebagai cara pandang seorang pengarang dalam menyampaikan cerita novelnya. Sudut pandang sendiri bisa dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
  • Sudut pandang orang ketiga – serba tahu. Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang menjadi pelaku cerita dan sekaligus penciptanya. Sehingga pengarang bisa memngarahkan, membuat, mengomentari bahkan berdialog dalam cerita. Bisa dibilang posisi ini adalah posisi paling bebas sebebas-bebasnya.
  • Sudut pandang orang ketiga – sebagai pengamat. Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang hanya sebagai pengamat cerita saja. Sehingga pengarang hanya akan menyampaikan apa yang dilihat, dirasakan, didengar dan disimpulkannya dalam cerita saja. Dengan kata lain, posisi pengarang terbatas meskipun ada dalam cerita.
  • Sudut pandang orang pertama – sebagai pelaku utama. Pengarang dalam sudut pandang ini berperan sebagai tokoh utama dalam cerita. Sehingga apa yang diceratakannya adalah pengalaman yang dirasakannya di dalam cerita. Karena orang pertama dan pelaku cerita, kalimat yang diutarakan kebanyakan dalam bentuk aktif. Di posisi ini, pengarang melepaskan ekpresinya secara bebas.
  • Sudut pandang orang pertama – sebagai pelaku sampingan. Posisi dari pengarang dalam cerita ini adalah sebagai pelaku diluar tokoh utama. Tugasnya sebagai pencerita apa yang dilihatnya dari pelaku utama dan apa tanggapannya pada situasi tersebut. Sehingga pengarang disini berperan ganda. Namun posisinya sebagai pencerita cenderung terbatas, karena sebagian besar bercerita tentang tokoh utama.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa termasuk unsur yang penting sebagai faktor pemicu minat baca. Cerita yang dibuka dengan gaya bahasa menarik, indah dan memikat sangat diharapkan oleh sebagian besar pembaca. Bahkan bisa dikatakan, gaya bahasa adalah senjata utama pengarang untuk menghidupkan cerita. Menurut jenisnya, gaya bahasa dapat dibedakan menjadi:
  • Personifikasi. Gaya bahasa yang menerangkan tentang benda mati seolah-olah hidup dan mempunyai sifat-sifat seperti manusia.
  • Simile. Gaya bahasa ini menerangkan segala sesuatu dengan perumpamaan.
  • Hiperbola. Gaya bahasa yang menerangkan sesuatu dengan cara berlebihan dengan tujuan untuk memberikan efek yang bombastis.

8. Amanat

Amanat merupakan pesan tertentu yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui cerita dalam novel. Amanat bisa berupa kritik sosial, ajakan, protes, dan lain sebagainya. Amanat umumnya diibagi menjadi dua:
  • Tersirat. Amanat yang pesannya disampaikan secara langsung sehingga bisa dicerna seketika.
  • Tersurat. Amanat yang pesannya disampaikan secara tersembunyi sehingga terkadang susah untuk dicerna seketika itu juga.

Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik novel adalah unsur yang membangun novel dari luar. Biasanya bisa berupa latar pribadi penulis maupun nilai-nilai dari luar. Unsur tersebut umunya adalah:
  • Biografi dan latar belakang penulis. Dimana dia tinggal, latar belakang pendidikannya apa, keluarganya, lingkungannya, dan sebagainya.
  • Kisah dibalik layar. Kisah ini biasanya dilatari oleh pengalaman, kesan atau juga harapan dan cita-cita sang pengarang.
  • Nilai yang ada dalam masyarakat. Nilai-nilai ini sering diangkat oleh pengarang dalam ceritanya. Bisa nilai ekonomi, politik, sosial, budaya dan lain sebagainya.

Senin, 06 Maret 2017

Pedomen Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)

Diposting oleh Sesukamu di 05.25 0 komentar

Silahkan tekan link dibawah ini sesuai yang kalian ingin pahami 

  1. Pemakaian Huruf
  2. Penulisan Kata
  3. Pemakaian Tanda Baca
  4. Penulisan Unsur Serapan

Jumat, 03 Maret 2017

Resensi Buku "Sekolah itu Candu"

Diposting oleh Sesukamu di 04.14 1 komentar
Judul Buku: Sekolah itu Candu
Penulis: Roem Topatimasang
Penerbit: INSISTPress
Sleman, Yogyakarta
Pengantar:-
Tahun Terbit: 2013 (cetakan ke-13).
Tebal Buku: XVI + 129 halaman.

"Sekolah" mungkin kata yang tidak asing lagi kita dengat. Dimulai dari orang Yunani yang biasa mengisi waktu luangnya dengan mengunjungi suatu tempat atau seseorang yang mereka anggap pandai untuk bertanya dan mempelajari, yang mereka rasa perlu dan butuh untuk diketahui. Hingga kebiasaan itupun diberlakukan kepada anak-anak mereka, caranya dengan menyerahkan kepada orang yang dianggap tahu atau pandai disuatu tempat tertentu. Kebiasaan itu berlangsung hingga saat ini, yang lebih akrab kita sebut dengan sekolah.
     Bagaimana perkembangan sekolah di Indonesia? Dan bagaimana involusi yang terjadi di Indonesia? Dulu sekolah di Indonesia bertempatan di gedung-gedung tua peninggalan Belanda dengan dinding tembok tebal, bentuknya melingkar mirip huruf U dengan lapangan rumput luas di bagian tengasekolaherapa tahun kemudian, bangunan tersebut sudah rata dengan tanah. Tidak ada bencana alam yang terjadi, tetapi bangunan tersebut sengaja dirobohkan. Sebagai gantinya tidak jauh dari sana didirikan sebuah bangunan untuk sekolah, bangunan tersebut terlihat koko. Mereka melakukannya dengan beralasan bangunan ini lebih memenuhi kriteria bangunan sekolah. Sejak saat itulah anak-anak harus bersekolah memakai seragam, sepatu kulit, kaos kaki katun dan alat-alat tulis buatan pabrik lengkap dengan tas sekolahnya. Tidak jauh berbeda dengan anak sekolah zaman sekarang.
     Buku ini mencoba memberi gambaran tentang pemerintahan yang ada di Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan.
Indonesia tidak kurang dari seperlima atau lebih dari 20% anggaran belanja negara justru dipergunakan bagi pembiayaan pembangunan sektor pendidikan. Bayangkan saja, dalam kurun waktu lebih dari satu dasawarsa saja, angka statistik pendidikan nasional negeri ini melonjak naik dalam kelipatan rata-rata tiga sampai lima kali.
Akan tetapi dibalik angka-angka laju pertumbuhan yang memang menakjubkan it, juga terjadi angka-angka kebalikkannya dalam lipatan yang tak kalah fantastik, seperti jumlah murid tinggal kelas, jumlah pelajar yang putus sekolah, dan yang paling parah adalah sarjana yang frustasi karena kehabisan lapangan kerja sehingga menyebabkan semakin meningkatnya jumlah pengangguran di negeri ini.
Selain itu, buku ini juga seperti ingin memperlihatkan perilaku-perilaku para pejabat negara, apalagi dalam bidang pendidikan.
Bidang administrasi dan manajemen persekolahan tetap saja menjadi salah satu masalah sistem pendidikan yang paling rumit sampai saat ini. Salah satu pusat korupsi, manipulasi dan salah urus. Sekaligus salah satu kementrian penghasil Sisa Anggaran Pembangunan (SIAP) terbesar tiap tahunnya.
   Percobaan-percobaan mereka yang mahal itu seakan-akan tak ada habisnya, malah semakin menggebu-gebu. Memang betul kurikulum sekolah sudah dibuat lebih ramping, kemampuan guru-guru semakin meningkat berkat mengikuti berbagai macam penataran. Tetapi bila seperti itu bukannya makin menyederhanakan, tetapi malah semakin meruwetkan dengan ketidak semakin jelasan ujung pangkalnya.
   Sebaliknya sekolah menjadi milik dan alat dari satu kekuatan raksasa yang atas nama dengan label-label 'demi pembangunan, industrialis, modernisasi, globalisasi'. Apa yang terjadi bukalah inovasi yang sesungguhnya tetapi proses involusi. Hakekat suatu proses pembaharuan adalah penciptaan keamanan yang lebih baik dari sebelumnya, bukan perkembangan yang pada dasarnya tanpa perubahan alias jalan ditempat, Atau sebaliknya yang ada semakin memperburuk keadaan.

Sabtu, 25 Februari 2017

Metode dan Sistematika Penulisan dalam KTI

Diposting oleh Sesukamu di 22.52 0 komentar

Metode & Sistematika Penulisan


1.1       Metode Penelitian

1.1.1      Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian, penulis menggunakan beberapa metode sebagai berikut:
  1. a.    Metode Wawancara
Untuk melengkapi data yang diperlukan dalam pengembangan Sistem Informasi kehadiran mahasiswa maka dilakukan wawancara terhadap stakeholder. Wawancara yang dilakukan untuk mencari data mengenai sistem serta kebutuhan-kebutuhan lain yang diperlukan yang belum tercukupi dari sistem.
  1. b.Metode Obervasi
Selain metode wawancara, metode observasi juga dilakukan untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Observasi dilakukan dengan menganalisa terhadap sistem serta aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi terhadap jalannya sistem baik dari sisi lingkungan maupun dari sisi pengguna sistem itu sendiri.
  1. c.    Metode Studi Pustaka
Metode study kepustakaan dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulan informasi yang dibutuhkan dilakukan dengan mencari referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, referensi dapat diperoleh dari buku-buku atau internet.

1.1.2      Sumber Data

Sumber-sumber data yang dibutuhkan dalam hubungannya dengan pengumpulan data dikelompokkan menjadi:
  1. Sumber Data Primer, Diperoleh dari narasumber-narasumber yang berhubungan dengan objek penelitian. Dalam hal ini adalah stake holder dan staf dari bagian BAAK.
  2. Sumber Data Sekunder, Diperoleh dari buku-buku literatur, jurnal ilmiah, thesis, dan sebagainya, yang memuat informasi-informasi yang diperlukan dalam penyusunan Tugas Akhir.

1.2       Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan dalam penulisan Tugas Akhir, penulis membuat sistematika dalam 4 Bab yaitu:
Bab I   : Pendahuluan
Berisi tentang latar belakang, identifikasi dan perumusan masalah, batasan/ruang lingkup masalah, maksud dan tujuan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Bab ini berisi teori-teori pendukung penganalisaan dan pengembangan sistem, yang meliputi: pengembangan sistem, perancangan sistem, konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, konsep dasar sistem informasi, pengertian UML,PHP penggambaran sistem dengan menggunakan UML,PHP serta teori-teori lainnya yang digunakan untuk mendukung penganalisaan dan pengembangan sistem baru yang diusulkan
Bab III : Pembahasan
Bab ini menjelaskan tentang gambaran umum AMIK Wahana Mandiri, tata laksana sistem yang berjalan, permasalahan yang dihadapi, dan alternatif pemecahan masalah,diantaranya tata laksana sistem yang diusulkan menggunakanUnified Modeling Language (UML), desain tampilan sistem yang diusulkan.
Bab IV: Perancangan Sistem
Pada bab ini merupakan penjabaran hasil desain yang diusulkan oleh peneliti, sarana pengolahan data spesifikasi hardware dan software serta desain implementasi.
Bab V: Penutup
ini berisi tentang kesimpulan hasil analisa dan rancangan sistem dalam rangka menjawab tujuan penelitian yang diajukan, serta saran-saran yang penulis berikan untuk lebih memaksimalkan kinerja sistem baru.
Daftar Pustaka
Daftar pusataka ini berisi tentang judul-judul buku, artikel-artikel yang terkait dalam laporan ini
Lampiran
Lampiran ini berisikan bentuk tampilan listing program yang dirancang dengan menggunakan Macromedia Dreamweaver 8 sebagai interfacedan MySQL sebagai Database

Selasa, 21 Februari 2017

Cerpen Tentang Ibu

Diposting oleh Sesukamu di 01.57 0 komentar

Stay With Me Mom


       Namaku Arin Aku terlahir di keluarga yang sederhana. Aku memiliki satu orang Kakak dan Adik, Kakakku bernama Alisha dan Adikku bernama Amira. Aku memiliki Ayah yang baik dan di mataku, dia Ayah yang baik, bertanggung jawab dan dia Ayah yang bisa segalanya. Pekerjaan Ayahku wiraswasta. Aku memilki satu orang ibu yang hobi memasak. Kami memiliki seorang pembantu rumah tangga yang sudah bekerja selama kurang lebih 7 tahun, sejak Adikku Amira lahir. Dia sering dipanggil Uwa, dia memiliki seorang anak yang bernama Gilang, ia sudah yatim semenjak kecil. Kami sudah menganggap mereka seperti keluarga kami sendiri.  Dulu hidupku terasa sempurna, Aku memiliki orang tua yang memberiku limpahan Kasih sayang mereka, memberi dukungan, semangat dan juga selalu memberikanku nasehat bila Aku berada di jalan yang salah. Dan prestasiku di sekolah pun terbilang baik, Aku menjadi juara kelas. Itu merupakan hadiah dari Allah untukku dan juga kedua orang tuaku. Dan lagi-lagi Allah Adikku ikan hadiah untukku, yaitu Aku masuk ke SMP favorit.          
      Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Semenjak Aku masuk SMP satu-persatu sumber kebahagiaanku mulai menghilang. Dimulai dari Ayah, orang-orang di desaku menganggapnya penipu. Aku tak mengerti mengapa mereka bisa sekejam itu? Mengapa mereka selalu memandang semuanya dengan sebelah mata mereka? Apakah mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi? Aku yakin mereka hanya menangkap berita yang bersimpang siur, dan masih dipertanyakan kebenarannya. Hingga pada akhirnya Ayah memutuskan pergi dari rumah, dia tidak tahan melihat keluarganya terutama anak-anaknya selalu saja dipanggil anak tukang tipu oleh teman sebayanya. Ayah berpesan sebelum pergi, "Jaga diri kalian baik-baik, Ayah tidak bisa menjaga kalian dari dekat, Ayah tidak bisa melindungi kalian secara langsung sekarang, tapi Ayah yakin suatu hari nanti Ayah pasti akan pulang ke rumah ini lagi" ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.Lalu ia menghampiriku dan mengusap kepalaku lalu berkata "Ayah berpesan kepada kamu jangan dululah pacaran, menjadi dia sebagai motivasi boleh, tapi alasan utama Ayah adalah, Ayah tidak ingin kamu terjerumus ke hal-hal yang tidak baik nak. Jadilah anak yang berhasil, anak yang shalehah. Naikkan lagilah derajat Ayah di desa ini, buktikanlah bahwa semua yang mereka pikirkan tentang keluarga kita itu salah nak" itulah yang Ayah katakan padaku. Setelah mengucapkan salam Ayah pergi. Akupun tidak tahan membendung air mata dan akhirnya Aku menangis dipelukan Ibuku.            
           Setahun berlalu semenjak Ayah pergi, Ibuku pun memutuskan untuk membuka warung nasi, Aku dan keluargaku pun mendukung keputusannya. Karena, selain hobi Ibuku juga untuk menghilangkan stress begitulah Ibuku bilang.Selama kurang lebih setahun Ibuku berdagang, dan selama itu pula Aku hanya tinggal berdua dengan Kakakku di rumah. Sementara Uwa dan Adikku tinggal di warung bersama Ibuku. Selama itu Aku merasa seperti ngekos, mau makan pergi ke warung, nyuci baju sendiri dan beres-beres rumah pun sendiri. Tapi entah apa yang dipikirkan oleh Ibu, dia selalu menginginkan Aku dan Kakakku harus membantunya di warung tidak peduli itu pagi, sidang, sore bahkan pun malam. Bila Aku dan Kakakku tidak menurutinya Ibu pasti memarahi kami dengan bahasa kasar dan tak jarang bahasa binatang pun dia sebut dan bahkan kekerasan fisik pun terjadi.                          Lalu pada suatu hari Aku melihat Ibuku bersama seorang pria yang terlihat lebih muda darinya, Aku berkesimpulan bahwa dia bisa disebut pacar Ibuku, karena Aku sudah melihat mereka bersama lebih dari tiga kali dan juga di dukung oleh faktor-faktor yang lain. Cepat atau lambat semuanya pasti terbongkar, Allah pasti akan memperlihatkan sebuah teka-teki yang harus kita ketahui kebenarannya. Karena Aku tidak tahan melihat mereka Aku memutuskan untuk pulang. Setelah sampai di rumah Aku menangis sejadi-jadinya."Ya Allah apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa semua ini terjadi? Apakah ini cobaan ataukah karma? Apakah Ibu tidak memikirkan bagaimana perasaan kami? Ya Allah beri kami jalan keluar dari masalah ini" gumamku didalam hati.Terbesit di benakku sebuah kejadian lucu yang selalu terjadi saat kami bersama, canda, tawa semua itu hanya tinggal kenangan. Apakah semuanya akan terjadi lagi? Entahlah itu merupakan rahasia Allah."Ya Allah kuserahkan semua ini kepadamu, sekarang Aku tidak bisa berbuat apa-apa, hanya kaulah yang bisa menolong kami ya Allah" kuselipkan do'a dalam tangisku.Tidak lama setelah itu Kak Alisha pun pulang, lalu ia bertanya kepada ku apa yang terjadi dan Aku menceritakan semuanya kepada Kak Alisha. Kak Alisha memelukku dan mengusap kepalaku."Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya dek, Kakak tahu apa yang adek rasakan. Tapi hidup ini perlu dijalani de, Allah pasti akan adil dek" ucapan Kakak memberikanku sedikit semangat.Semenjak kejadian itu, setiap hari Aku pasti menangis, setiap hari pasti akan ada kejadian yang membuatku menangis. Sampai-sampai prestasi di kelas pun menurun. Ibu tidak mengetahui hal tersebut, karena bukan Ibu yang mengambil raportku tetapi Kak Alisha. Ibu terlalu sibuk berbelanja di pasar. Walaupun begitu Ibu tidak bertanya apa-apa akan hal tersebut. Aku merasa sudah tak memilki Ibu.     
           Sore itu Aku menangis dan badaku kututupi dengan selimut, tiba-tiba Ibuku pulang ke rumah lalu masuk ke kamarku, ia lalu memelukku."Arin kamu kenapa nak?" tanya Ibu. Aku tidak bisa menjawab, Aku hanya bisa menjawab didalam hatiku yang paling dalam, berharap Ibu bisa mendengarkannya."Arin prestasi belajarmu menurun nak?" Ibu bertanya lagi, Aku masih tidak bisa menjawab. Aku hanya sanggup menjawabnya dengan gerakkan kepalaku."Kenapa Ibu baru bertanya sekarang? Setelah beberapa bulan berlalu kenapa baru sekarang? Apa yang Ibu lakukan selama ini? Ya Allah apa yang harus Aku lakukan? Apakah Ibu sudah sadar sekarang? Ini bukan rekayasakan ya Allah?" gumamku didalam hati."Apa yang kau inginkan nak? Ibu akan menurutinya, kau mau Ibu berhenti berdagang?" tanyanya sekali lagi. Aku pun mengangguk."Aku ingin Ibu berhenti pacaran, tapi apakah Aku harus mengucapkannya? Apa tidak usah? Apa dia akan marah bila Aku mengucapkannya?" perdebatanpun terjadi dalam batinku.Keesoka harinya ibu memasakkan makanan untukku, setelah sekian lamaakhirnya Ibu memasakkan makanan hanya khusus untukku. Bahkan dia membereskan semua pekerjaan rumah, lalu Aku melihat wajah Ibu pucat dan tiba-tiba saja Ibu terjatuh dan kejang-kejang, Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, lalu aku menelpon Uwa. Ibu dibawa ke rumah sakit, Aku tidak tahu Ibu mengidap penyakit apa dan Akupun tidak diberi tahu. Setelah beberapa hari Ibu dirawat di rumah sakit, Ibu pulang ke rumah. Aku selalu menemani Ibu, Aku tak ingin meninggalkan Ibu sedetikpun, entah apa yang akan terjadi, tapi firasatku berbicara begitu. Tiba-tiba Ibu mengusap kepalaku, Aku menengok ke arah Ibu, lalu Ibu memelukku.
"Nak maafkan Ibu mungkin kedepannya Ibu tidak bisa menemanimu" ucap Ibu. Aki menahan napas untuk sesaat. Pikiranku dipenuhi pertanyaan.
"Ibu apa yang Ibu bicarakan? Apa yang terjadi Bu? Mengapa Ibu tiba-tiba menemaniku? Biasanya Ibu hanya peduli dengan dagangan Ibu, pasti ini semua ada sebabnya" tanyaku sambil menangis.
"Nak berjanjilah kepada Ibumu ini, bahwa kau akan menjadi anak yang sukses di masa depan nanti" ucap Ibu.
"Tapi Ibu..... " tiba-tiba Aku merasa pelukan Ibu semakin melemas.
Aku melepaskan pelukan Ibu, Aku melihat wajah Ibu, Aku memeriksa napasnya. Seketika napasku terhenti, ketika mengetahui bahwa Ibu telah tiada untuk selama-lamanya.
"Ibu.........." panggilku sambil berteriak.
Setelah pemakaman Uwa memberikan sepucuk surat."Ini surat yang Uwa temukan di kantung baju Ibumu, sepertinya ini untukmu. Ibumu mengidap kanker otak" ucap Uwa, sambil menyodorkan surat itu kepadaku.
Aku membaca surat itu, Ibu berpesan kepadaku "untuk selalu menyanyangi orang-orang disekitarku, menurut pada Uwa, jaga adikmu dan jangan lupa jadilah anak yang sukses dan bisa membahagiakan Ibu meskipun Ibu sudah tiada. Jangan terlalu banyak menangis nak".
Akupun menangis setelah membaca surat tersebut.
"Ibu biarkan Aku menangis untuk kali ini saja, Aku berjanji untuk kedepannya Aku akan menjadi anak yang kuat, anak yang bisa membanggakanmu dan Aku berjanji, Aku pasti akan membawa Ayah pulang ke rumah, Aku berjanji Bu" gumamku dalam hati.




Sekian cerpen saya, semoga pembaca menyukainya :)
 

Sesukamu Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting